PRIBADI PRUDENTIAL INDONESIA

30 Juli 2010

'Tak Ada Pembalap Pertama & Kedua di Ferrari'

Perkataan Felipe Massa bahwa dirinya bukanlah pembalap kedua di Ferrari ditanggapi oleh Fernando Alonso. Menurut Alonso, tidak ada yang namanya pembalap pertama dan kedua dalam tim.

Terkait dengan insiden team order di GP Jerman pekan lalu, Massa melontarkan ‘ancaman’ kepada Ferrari. Ia menegaskan dirinya bukan sekadar pembalap nomor dua di tim Kuda Jingkrak.

Hal ini mendapatkan tanggapan dari Alonso. “Saya pikir memang tidak ada pembalap kedua dan juga pembalap pertama di sini. Saya pikir, masalahnya adalah soal saling menghormati antar pembalap dan di atas itu semua adalah menghormati Scuderia yang berarti sangat besar,” ujar pembalap asal Spanyol itu di situs resmi F1.

Eks Renault dan McLaren itu juga menganggap sepi komentar-komentar yang bernada mengecam team order yang dilakukan Ferrari. “Jelas itu tidak berpengaruh kepada saya. Kami hanya kehilangan satu persen dari konsentrasi, itu karena apa yang mengemuka di media-media itu adalah salah,” lugasnya.

“Tidak hanya terkait dengan kejadian GP Jerman, tetapi setiap balapan selalu muncul anekdot-anekdot kecil. Dahulu pernah muncul pasca insiden tabrakan antara dua Red Bull di Turki. Di kesempatan lain, giliran aksi salip menyalip antara saya dengan Felipe Massa di pit lane.”

“Memang banyak hal yang bisa dibicarakan beberapa waktu setelah balapan, jadi kami tidak punya banyak waktu untuk memperhatikan itu semua. Opini dari pembalap dan bos tim lain adalah pendapat mereka, dan kami menghormati itu. Tetapi kami harus terus berkonsentrasi dengan pekerjaan sendiri,” kata pembalap kelahiran 29 Juli 1981 itu.

Sebelum ini, nama Alonso juga pernah terkait kasus ‘team order’ yakni di tahun 2008 saat dia memperkuat Renault. Ketika itu kejadiannya bahkan lebih parah. Renault memerintahkan Nelson Piquet Jr untuk menabrakkan mobil guna memuluskan jalan Alonso menjadi juara GP Singapura.

Alonso tidak ambil pusing apakah hal ini bisa mengancam reputasinya. “Saya pikir tak ada yang berubah pada diri saya, dan semua hal (positif) akan kembali. Saya masih tetap orang yang sama yang akan selalu berjuang demi yang terbaik untuk tim, untuk olahraga ini, dan saya harap juga untuk karir saya. Jadi saya menilai bahwa reputasi saya tercoreng karena kejadian ini,” tutup juara dunia 2005 dan 2006 itu.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: