PRIBADI PRUDENTIAL INDONESIA

30 Juni 2008

Larangan Impor Udang Diperpanjang

Filed under: Berita Utama — thedi76 @ 9:22 am

impor udangPemerintah telah memutuskan memperpanjang larangan impor udang guna mencegah masuknya penyakit udang agar budidaya udang nasional berjalan baik.

Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Perdagangan dan Menteri Kelautan dan Perikanan No.23/M-DAG/PER/6/2008 dan No. PB.01/MEN/2008 tanggal 27 Juni 2008 tentang larangan sementara impor udang spesies tertentu ke wilayah Indonesia, pemerintah memutuskan larangan impor udang vannamei berupa beku dan segar termasuk dalam bentuk olahan berlaku selama enam bulan ke depan.

Menurut Direktur Pemasaran Luar Negeri Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Saut P Hutagalung, di Jakarta, Minggu, larangan tersebut merupakan perpanjangan dari Peraturan Bersama (PB) kedua Menteri tanggal 29 Desember 2007 yang juga melarang impor udang vannamei.

Dia mengatakan PB tahun 2008 dikeluarkan setelah dilakukan pembahasan secara intensif yang melibatkan antara lain Depdag, Shrimp Club Indonesia (SCI) yang mewakili produsen udang, Asosiasi Pengusaha Cold Storage Indonesia (APCI) yang mewakili industri pengolahan udang, perwakilan Ditjen Bea Cukai dan DKP.

“Berbagai kepentingan dipertimbangkan dengan seksama baik kepentingan nasional berupa kepentingan usaha budidaya dan kebutuhan industri pengolahan maupun ketentuan perdagangan intrnasional,” katanya.

“Ia mengharapkan dengan adanya larangan impor udang selama enam bulan itu dapat memberi kesempatan yang lebih baik bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha tambak dalam menangani penyakit udang yang di dalam negeri juga masih belum tuntas. Perkembangan penyakit akan terus dipantau termasuk melalui organisasi regional maupun internasional,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, terhadap udang jenis lain yang tidak dilarang impornya, akan dilakukan pengawasan yang lebih ketat terutama di pelabuhan masuk guna memenuhi standar mutu produk yang aman dikonsumsi melalui sertifikat kesehatan.

Selain itu, menurut dia, produk juga harus dilengkapi dengan surat keterangan asal (country of origin certificate/COO) atau SKA). Sesuai dengan ketentuan ketertelusuran (traceability) dalam perdagangan produk perikanan yang diterapkan semakin luas untuk memasuki pasar Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Misalnya, ia mengatakan, pada saat produk bekas impor akan direekspor ke negara lain, maka harus dilengkapi dengan COO yang benar, yakni COO negara bekas eksportir awal yang berarti bukan dari Indonesia.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: