PRIBADI PRUDENTIAL INDONESIA

30 Mei 2008

Pemprov Sulsel akan Subsidi BBM Nelayan

Filed under: Berita Utama — thedi76 @ 9:39 am

bensinPemerintah provinsi Sulawesi Selatan akan memberi subsidi BBM kepada masyarakat nelayan di daerah ini supaya aktivitas mencari ikan di laut tidak terhenti karena mahalnya harga BBM.

“Nelayan tidak boleh berhenti melaut hanya karena harga BBM naik. Pemerintah akan membantu mereka dengan memberi subsidi kepada kapal penangkap ikan bertonase lima ton ke bawah,” kata Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Kamis.

Pada kunjungannya di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Potere, Makassar, puluhan kapal nelayan berawak tiga sampai empat orang tidak melaut pasca naiknya harga BBM. Akibatnya, stok ikan terbatas sehingga harga ikan naik sampai dua kali lipat.

“Pemerintah provinsi Sulsel sedang mencari solusi dengan menganggarkan subsidi BBM bagi nelayan dalam APBD perubahan tahun ini,” ujarnya namun tidak menyebut berapa besar subsidi yang akan diberikan dan kapan pencairannya.

Ia hanya menyebutkan bahwa Pemprov untuk sementara ini diupayakan subsidi darurat agar nelayan tetap melaut sebab jika tidak turun mencari ikan maka masyarakat akan kesulitan mendapatkan daging ikan segar.

Rahman, seorang nelayan mengatakan bahwa ia dan teman-teman sudah dua hari tidak melaut karena BBM naik sementara pendapatan dari mencari ikan antara Rp200 sampai Rp300 ribu yang dibagi bertiga.

Pendapatan sebanyak itu belum termasuk biaya bensin atau solar termasuk makan dan lainnya sekali melaut yang berkisar Rp125 ribu sehingga tidak ada hasil yang bisa dibawa pulang ke rumah.

Menurut ayah empat orang anak ini, sebelum BBM naik, pendapatan bersih sebanyak itu sudah lumayan tetapi dengan naiknya harga bensin tidak ada artinya lagi sebab harga kebutuhan pokok juga merangkak naik dua kali lipat.

Hal yang sama dirasakan pemilik kapal kayu antarpulau yang memuat barang berupa semen, beras, terigu dan kebutuhan pokok lainnya ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Mereka terpaksa memarkir kapalnya di pelabuhan rakyat Paotere menyusul naiknya harga BBM tersebut.

Dari 250 unit kapal kayu yang dulunya berlayar ke provinsi itu, 50 persen di antaranya tidak beroperasi karena kesulitan memenuhi biaya operasionalnya sehingga banyak kapal di pelabuhan ini yang terpaksa ‘nongkrong.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: