PRIBADI PRUDENTIAL INDONESIA

16 Mei 2008

Energi Alternatif, Perlu Dipetakan dan Diberi Insentif

Filed under: Berita Utama — thedi76 @ 10:13 am

energi alternatifSelama ini sudah banyak energi alternatif selain ba han bakar minyak (BBM) yang diteliti dan ditemukan masyarakat Indonesia. Namun selama itu pula energi alternatif tersebut hanya sebatas hasil penelitian dan belum bisa diterapkan guna mengurangi ketergantungan bangsa pada BBM.

Selama ini energi alternatif yang telah ditemukan bangsa Indonesia belum bisa diaplikasikan karena tidak bisa bersaing dengan energi fosil seperti minyak bumi. Ini dikarenakan harga energi alternatif itu masih sangat mahal, tutur Ir Agus Nurrohim, Ph.D, Kepala Bidang Konservasi Energi Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kamis (15/5) dalam pembukaan pameran teknologi alternatif ramah lingkungan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur. Pameran itu berlangsung 15-17 Mei 2008 di Gedung Dome UMM.

Untuk itu Agus mengatakan bahwa salah satu solusi menekan mahalnya energi alternatif non BBM tersebut adalah dengan diberikannya insentif pada produk tersebut. Pemerintah seharusnya memberikan insentif pajak atau bea masuk terhadap komponen-komponen p enemuan energi alternatif itu. Setidaknya ini bisa menekan mahalnya harga produk tersebut, karena sebagian alatnya ada yang masih impor, ujar Agus.

Selain itu, persoalan lainnya menurut Agus bahwa energi alternatif itu seringnya ditemukan di daerah yang tidak padat penduduk misalnya pegunungan. Sehingga untuk membawa energi itu ke perkotaan membutuhkan dana yang sangat besar. Untuk itu yang lebih bagus adalah memanfaatkan energi alternatif dalam skala kecil-kecil namun banyak (semacam kluster). Jadi misalnya energi panas bumi di satu gunung hanya dipakai di sekitar gunung tersebut. Sehingga tidak memakan investasi yang sangat besar, ujarnya.

Selain itu, Agus menekankan perlu adanya pemetaan energi alternatif di setiap daerah. Selama ini yang terjadi adalah daerah kebanyakan belum memiliki prioritas energi alternatif yang sesuai dengan potensi di daerah tersebut. Mereka kebanyakan ikut-iku tan mengembangkan energi alternatif yang sukses dipakai di daerah lain. Padahal belum tentu satu daerah dengan daerah lain memiliki potensi energi alternatif yang sama, imbuh Agus.

Dengan pemataan dan pembagian energi alternatif per wilayah, Agus berharap setidaknya Indonesia bisa memenuhi target bahwa pada tahun 2025 Indonesia sudah memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kekuatan mencapai 9500 mega watt.

Di sinilah peran pemda dan universitas, dituntut bisa mewujudkan kerjasama membuat energi-energi alternatif terbarukan di wilayahnya, ujar Agus.

Gas Metana

Sementara itu hingga saat ini, Pemerintah Kota Malang belum juga bisa mewujudkan kerjasama pengelolaan gas metana di TPA Supit Urang. Di lahan seluas lebih kurang 10 hektar itu (ha) seharusnya potensi gas metana yang bisa dihasilkan cukup besar.

Sekarang kami masih dalam tahapan belajar ilmu dan teknologinya ke Belanda. Nanti setelah kita bisa mengadopsi ilmu dari sana, dan kira-kira biaya untuk menerapkannya di I ndonesia murah, maka bisa saja pengelolaan gas metana itu kita terapkan di Malang. Namun kalau kita tidak mungkin mengadopsi teknologi itu, mau bagaimana lagi?, ujar Nuzul Nurcahyono, Kepala Bagian Lingkungan Pemkot Malang.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: