u can visit my another site on http://www.infomotosport.com

19 Januari 2009

Diarsipkan di bawah: Berita Utama — thedi76 @ 9:06 am

Depo Pertamina Plumpang beroperasi sejak 1972 terbakar Minggu (18/1) malam. Plumpang merupakan depo BBM terbesar yang memasok sekitar 25% kebutuhan BBM nasional. Tangki-tangki penampungan di depo yang berada di Jakarta Utara ini mampu menampung premium 115.000 kiloliter, minyak tanah 90.000 kiloliter, dan minyak solar 115.000 kiloliter.

Suplai utama Depo Plumpang berasal dari Kilang Balongan. Dari kilang tersebut, produk BBM didistribusikan melalui pipa. Selain itu, Plumpang juga mendapat pasokan BBM dari kapal-kapal tanker yang berlabuh di Tanjung Priok.

Di samping stok BBM, depo yang beroperasi sejak tahun 1972 ini juga menjadi tempat penyimpanan pelumas. Di lokasi yang sama juga terdapat pabrik tabung gas elpiji satu-satunya milik Pertamina.

Namun hingga kini, pihak Pertamina mengaku masih sulit untuk merelokasi Depo Plumpang. Jarak depo yang terlalu jauh dengan lokasi distribusi akan memperbesar biaya transportasi. Oleh karena itu, Pertamina memilih untuk mempertahankan Depo Plumpang.

Dengan kondisi lingkungan sekitar yang semakin padat permukiman dan kerap kebanjiran, beban depo bahan bakar minyak Plumpang sudah harus dikurangi. Gangguan terhadap depo itu mengakibatkan distribusi BBM untuk wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, dan sekitarnya menjadi rentan.

Pertamina sudah berupaya mengurangi beban Depo Plumpang dengan membangun depo BBM di Cikampek. Idealnya memang harus ada depo lagi di antara transit terminal Tanjung Gerem dan Plumpang untuk memasok kebutuhan BBM di wilayah Tangerang. Dengan begitu, Plumpang hanya berkonsentrasi untuk melayani kebutuhan kota Jakarta saja.

Saat banjir misalnya, seluruh kompleks depo seluas 25 hektar itu ikut terendam. Air merendam 35 fasilitas pompa penyalur BBM ke tangki penyimpan maupun ke tempat pengisian. Meskipun aktivitas pengisian BBM masih dapat dilakukan, namun banjir juga menghambat arus keluar masuk mobil tangki pengangkut.

Akibat banjir, pabrik tabung elpiji yang lokasinya lebih rendah dari stasiun pengisian BBM terendam sampai ketinggian 1 meter. Aktivitas pabrik benar-benar lumpuh dan diperkirakan baru bisa beroperasi sebulan lagi.

Sementara Pertamina baru membangun depo baru di Cikampek setelah banjir besar tahun 2002 merendam Depo Plumpang. Depo yang mulai beroperasi September 2006 ini memiliki daya tampung 85.000 kiloliter. Depo Cikampek melayani pasokan BBM untuk wilayah Purwakarta, Subang, Karawang, dan Bekasi.

Selain depo di transit terminal Tanjung Gerem, Merak, sekitar tahun 1990-an Pertamina juga berencana membangun depo BBM di Balaraja, Tangerang. Namun, proyek tersebut akhirnya tidak dilanjutkan setelah terindikasi adanya beberapa penyelewengan dalam proses pembangunannya.

Sebelumnya pada pertengahan Oktober 2008 silam, pengamanan tempat ini semakin diperketat menyusul penemuan komponen-komponen pembuat bom oleh Tim Anti Teror Datasemen 88 Polri.

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Blog pada WordPress.com.