PT Pertamina (Persero) menjual harga bahan bakar kendaraan non subsisi jenis pertamax dan pertamax plus sedikit lebih mahal dibanding yang dijual pesaingnya yaitu Shell dan Petronas.
Untuk jenis Pertamax Rp5.925 per liter, lebih mahal Rp25 per liter dibanding dengan pesaingnya Shell Super yang dipatok Rp5.900 per liter.
Vice President Communication Pertamina Anang Rizkani Noor mengatakan, Pertamina memiliki strategi dalam memasarkan produknya. “Kami memiliki SPBU Bersaing yang harganya lebih murah,” kata Anang, Kamis (15/1).
Anang mengatakan, SPBU Bersaing didirikan di sekitar SPBU milik Shell dan Petronas, perusahaan minyak asal Malaysia. Di SPBU-SPBU ini, Pertamina menurunkan harga Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Dex agar harganya lebih murah dibandingkan SPBU milik Shell maupun Petronas.
“Kami beri nama SPBU Bersaing. Harga di SPBU ini lebih murah,” ujar Anang. Pertamina berani tidak menurunkan harga Pertamax pada periode 15 – 31 Januari 2008. “Kami sudah sering menurunkan harga bahan bakar kendaraan,” ujar Anang.
Pertamina tetap mempertahankan harga periode 1-15 Januari 2009. Saat itu harga Pertamax di Jakarta turun Rp575 ke Rp5.925 per liter, harga Pertamax Plus turun Rp400 ke Rp6.400, Pertamax Dex turun Rp1.000 menjadi Rp6.300 per liter.
Sekadar informasi, Shell Super dan Pertamax memiliki oktan sama, 92. Shell merupakan perusahaan minyak asal Belanda yang sejak 2006 mengembangkan bisnis stasiun bahan bakar umum di Indonesia. Kini, jaringan SPBU Shell semakin merangsek di sejumlah kota besar.
Kendati untuk Pertamax lebih mahal, namun untuk produk Pertamax Plus, Pertamina mematok harga bahan bakar dengan oktan 95 ini sama dengan pesaingnya, Shell Extra, Rp6.400 per liter. Kedua harga ini berlaku di wilayah Jakarta.














articles and writing style that is very good, thanks for the article, you can visit me in http://www.infomotosport.com
Komentar oleh thedi76 — 13 Mei 2009 @ 3:59 pm |