Suplai listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Merak, Banten, mengalami defisit akibat kerusakan satu gardu unit V pada tahun 2007 lalu.
“Saat ini sedang dilakukan perbaikan trafo untuk menyuplai pasokan listrik Jawa, Madura, dan Bali (Jamali),” kata Deputi General Manajer Bidang Pengelolaan Batu Bara PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya, Eri Prabowo, Rabu (9/7).
Ia mengatakan, akibat perbaikan gardu pembangkit listrik itu kini PLTU Suralaya hanya bisa memasok daya sebanyak 2.800 megawatt untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Seharusnya, kata Eri, PLTU Suralaya dapat menyuplai 3.400 megawatt untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Apabila ketujuh gardu unit yang ada itu bisa dioperasikan.
“Untuk itu, kami hanya mampu menyuplai 2.800 megawatt,” katanya. Menurut dia, perbaikan alat-alat suku cadang di lokasi gardu unit V itu akan didatangkan dari China.
“Diperkirakan pada September 2008 nanti bisa dioperasikan kembali untuk menyuplai wilayah Jawa, Madura, dan Bali,” katanya menambahkan. Dia menyebutkan, hingga kini PLTU Suralaya tidak ada hambatan dan kendala untuk memasok listrik secara nasional.
Meskipun hanya mampu menyuplai 2.800 megawatt setiap harinya, namun bisa menanggulangi krisis listrik antarpulau tersebut. “Saya berharap tahun 2009 nanti tidak terjadi lagi adanya pemadaman. Apalagi, di Banten itu sedang dibangun gardu pembangkit listrik baru di Labuan, Pandeglang,” ujar Eri Prabowo.













