Pemerintah optimistis meraih target penerimaan perpajakan pada 2008. Pasalnya, penerimaan perpajakan sampai 30 Juni 2008 mencapai Rp307,5 triliun atau 50,5% dari APBNP 2008.
“Secara keseluruhan, dari sisi penerimaan negara kinerja sampai dengan Juni 2008 untuk perpajakan migas dan non migas, serta penerimaan non pajak terutama dari Bea Cukai cukup aman dari target APBNP,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (9/7).
Penerimaan perpajakan terdiri dari penerimaan Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai. Pada Juni 2008, penerimaan Ditjen Pajak melampaui 122% dari target bulanan Ditjen Pajak. Begitu juga dengan penerimaan Ditjen Bea Cukai yang melebihi target 122% dari target bulanan APBNP.
”Untuk penerimaan bea dan cukai, meski ada berita anak buah kita yang bermasalah dan itu sudah kita hukum, penerimaan Ditjen Bea dan Cukai lebih tinggi 22% dari yang kita targetkan. Kalau dilihat penerimaan Juni kemarin tinggi sekali. Penerimaan Ditjen Bea Cukai pada Juni mencapai Rp8,1 triliun,” ujarnya.
Ia memaparkan, realisasi penerimaan PPh non migas hingga Juni 2008 mencapai Rp129,67 triliun atau 51,6% dari target Rp251,4 triliun.
Menkeu mengatakan, selain tingginya harga minyak, penerimaan PPh nonmigas meningkat selama tiga tahun terakhir. Jika biasanya sampai dengan akhir Juni 2008, hanya 44,9% dari target, namun saat ini bisa melebihi penerimaan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk PPN, realisasinya Rp87,12 triliun atau 44,6% dari target Rp195,5 triliun di APBNP. Sedangkan realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan mencapai Rp10,29 triliun hingga Juni 2008 atau 41,1% dari target Rp25,8 triliun. Penerimaan BPHTB mencapai Rp2,22 triliun atau 41% dari target Rp5,4 triliun.
”Kalau dilihat PPh non migas itu pertumbuhannya 39,4%, PPN dan PPnBM capai 48,9%. Kalau kita breakdown berdasarkan pertumbuhan ekonomi 6,2% dan inflasi 11%, plus yang sudah kita bersihkan dari restitusi, ada angka pertumbuhan 48,9%. Ini the real yang berdasarkan effort kita. Itu bukan angka yang kecil,” tuturnya.
Untuk itu, dia menegaskan penerimaan perpajakan mengalami kenaikan karena adanya usaha ekstra yang dilakukan Ditjen Pajak untuk menggenjot penerimaan pajak. Namun di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang membaik juga mendorong besarnya penerimaan pajak. ”Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari sisi kinerja pajak,” jelasnya.
Sementara itu, penerimaan cukai sampai Juni 2008 telah menembus angka Rp23,6 triliun atau 51,6% dari target Rp45,7 triliun. Bea masuk Rp10,09 triliun hingga Juni 2008 atau 56,6% dari target Rp17,8 triliun. Realisasi bea keluar mencapai Rp8,67 triliun (77,7% dari target Rp11,2 triliun).













