Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Pulau Enggano, sudah tiga kali dibangun dan tidak pernah beroperasi. Ketua Lembaga Adat Enggano Muhammad Rafli Zen Kaitora yang ditemui di Desa Meok, Kamis (15/5) menjelaskan, PDAM dibangun dua kali pada tahun 1990-an dan sekali pada selepas gempa bumi tahun 2000, tetapi tidak pernah beroperasi.
“Banyak proyek seperti itu. Mubazir dan tidak pernah mendengarkan aspirasi warga,” kata Rafli. Dalam pantauan di lokasi, bangunan kantor PDAM dan rumah pompa sudah tertutup belukar dan hampir menyatu dengan hutan di sekitarnya. Kaca-kaca di seluruh bangunan sudah pecah sama sekali.Kepala Desa Meok, Herwin Kauno menambahkan, proyek tersebut sama sekali tidak pernah dinikmati masyarakat.













