u can visit my another site on http://www.infomotosport.com

17 April 2008

6 Perusahaan RI Masuk Daftar Terbaik Dunia

Diarsipkan di bawah: Berita Utama — thedi76 @ 12:20 pm

perusahaanDi tengah upaya bangkit dari keterpurukan ekonomi, ada kabar membanggakan dari majalah Forbes. Enam perusahaan Indonesia masuk dalam jajaran elite perusahaan dunia dalam rilis tahunan The Forbes Global 2000 yang diterbitkan majalah ekonomi tersebut.

Enam perusahaan Indonesia yang masuk daftar bergengsi itu adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bumi Resources Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Dua perusahaan yang baru masuk jajaran elite itu adalah Bumi Resources dan BNI.

Majalah Forbes menyusun The Forbes Global 2000 dengan merangkum kinerja 2000 perusahaan terbaik di seluruh dunia dari 60 negara. Sebanyak 72 juta orang bekerja di perusahaan-perusahaan itu.

Penilaian The Forbes Global 2000 itu berdasarkan jumlah pendapatan, keuntungan, aset, dan nilai pasar. Periode April 2008 ini, The Forbes Global 2000 mencatat total pendapatan 2000 yang masuk daftar sebesar USD 30 triliun, laba USD 2,4 triliun, aset USD 119 triliun, dan nilai pasar per 29 Februari 2008 adalah USD 39 triliun.

Perusahaan-perusahaan asal AS masih mendominasi perusahaan yang masuk daftar meski jumlahnya berkurang 61 perusahaan dari tahun lalu atau berkurang 153 perusahaan dibanding 2004. Sementara perusahaan dari Tiongkok, India, dan Brazil justru meningkat jumlahnya yang masuk The Forbes Global 2000.

Dari lima besar di puncak daftar, empat di antaranya bermarkas di AS. Urutan pertama adalah HSBC Holdings dari Inggris. Disusul perusahaan-perusahaan AS secara berurutan, yakni General Electric, Bank of America, JPMorgan Chase, dan ExxonMobil.

Bagaimana tanggapan perusahaan Indonesia yang masuk daftar? Bagi Telkom, tercatat di daftar Forbes Global 2000 adalah kali kedua. Namun, tahun ini terasa spesial karena peringkatnya naik pesat. Jika pada 2007 lalu, Forbes menempatkan Telkom di peringkat 835 sebagai perusahaan publik terbesar di Indonesia, pada 2008 perusahaan pelat merah itu menduduki posisi ke 729. “Itu prestasi yang baik bagi kami,” ungkap Vice President Investor Relations & Corporate Secretary PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Harsya Denny Suryo saat dihubungi tadi malam. “Tapi, kami minta waktu untuk mempelajarinya (The Forbes Global 2000, Red) dulu sebelum memberikan komentar lebih lanjut.”

Aksi tutup mulut Harsya tidak mengherankan karena hingga saat ini emiten dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu tak kunjung mengeluarkan laporan keuangan 2007. Mereka akan mengikuti jadwal penyampaian laporan keuangan kepada United States Securities and Exchange Commission (US-SEC atau Bapepam LK Pasar Modal AS) yang selambat-lambatnya akhir Juni 2008.

Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, Senior VP Investor Relations PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava menyatakan, masuknya perusahaan batubara itu dalam The Forbes Global 2000 merupakan kebanggaan sendiri bagi manajemen. “Jujur saja, kami terkejut dengan masuknya kami dalam daftar tersebut. Kami bangga bisa dikenali secara global. Itu menjadikan kami diakui sebagai perusahaan kelas dunia,” ujarnya.

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menyambut baik rilis data tersebut. Menurut Corporate Secretary BRI Hartono Sukiman, pihaknya sebenarnya tidak menduga bisa dinobatkan sebagai salah satu perusahaan berkinerja terbaik di dunia. “Saya malah baru tahu dari Anda,” katanya saat dihubungi Jawa Pos tadi malam (16/4).

Namun, pihaknya tetap menyambut gembira atas penghargaan tersebut. “Tentu ini bukti bahwa perusahaan Indonesia bisa bersaing di tingkat internasional,” ujarnya. Apalagi, BRI selama ini dikenal sebagai bank yang fokus pada kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penghargaan tersebut membuktikan bahwa “bersahabat” dengan sektor UMKM pun bisa membukukan kinerja keuangan yang sangat bagus.

Menurut dia, memang wajar bila BRI mendapat penghargaan tersebut mengingat kinerja perseroan tahun lalu sangat baik. Di antara seluruh bank di Indonesia, BRI membukukan laba bersih paling besar. BRI berhasil membukukan laba Rp 4,838 triliun atau meningkat 13,63 persen dibanding 2006 yang sebesar Rp 4,258 triliun.

Sementara itu, masuknya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memang di luar dugaan. Sebab, laba perseroan tersebut turun drastis menjadi Rp 898 miliar pada tahun lalu. Padahal, pada 2006, perseroan itu membukukan laba bersih Rp 1,929 triliun. BNI menyatakan, penurunan laba disebabkan meningkatnya pencadangan (provisi) tambahan menjadi 72 persen pada 2007.

Corporate Secretary BNI Intan A. Katoppo menyatakan, pihaknya baru tahu jika masuk dalam jajaran perusahaan terbaik di dunia. “Wah, saya malah belum tahu,” katanya kemarin (16/4). Dia mengatakan, penurunan laba bersih BNI tak perlu disikapi berlebihan. Sebab, perseroan memang mengambil kebijakan yang lebih konservatif dengan meningkatkan provisi.

Belum Ada Tanggapan »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan sebuah tanggapan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Blog pada WordPress.com.